IDENTITAS NASIONAL   Leave a comment

  1. 1.      Konsep Identitas Nasional

Kata identitas berasal dari bahasa Inggris “identity” yang memiliki pengertian ciri-ciri, tanda atau jati diriyang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan orang lain. Sedangkan kata nasional merupakan identitas yang melekat pada kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan-kesamaan baik fisik seperti budaya, cita-cita, dan tujuan. Himpunan-himpunan inilah yang kemudian disebut dengan istilah identitas bangsa atau identitas nasional.

Identitas nasional merupakan ungkapan nilai-nilai budaya suatu bangsa yang bersifat khas dan membedakannya dengan bangsa yang lain. Ciri khas yang melekat pada suatu bangsa itulah yang dimaksud dengan identitas nasional. Proses pembentukan identitas nasional bukan sesuatu yang sudah selesai, tetapi sesuatu yang terus berkembang dan mengikuti perkembangan zaman.

Dengan sifat identitas nasional yang relatif, mengharuskan setiap bangsa untuk selalu kritis terhadap identitas nasionalnya agar selalu paham akan makna jati dirinya.

Dalam identitas nasional terkandung beberapa unsur yang terlihat secara umum, diantaranya :

  • Pola perilaku

Adalah gambaran pola perilaku yang terwujud dalam kehidupan sehari-hari, seperti adat istiadat, budaya dan kebiasaan, ramah tamah, hormat kepada orang tua serta gotong royong. Gotong royong sendiri merupakan salah satu identitas nasional yang bersumber dari adat istiadat dan budaya.

  • Lambang-lambang

Adalah sesuatu yang menggambarkan tujuan dan fungsi negara seperti bendera, bahasa dan lagu kebangsaan.

  • Alat-alat perlengkapan

Adalah perangkat atau alat-alat perlengkapan yang digunakan untuk mencapai tujuan yang berupa bangunan, peralatan dan teknologi. Misalnya candi, masjid, teknologi bercocok tanam, kapal laut dan lainnya.

  • Tujuan yang ingin dicapai

Tujuan yang ingin dicapai adalah tujuan yang bersifat dinamis dan tidak tetap, seperti prestasi dalam bidang tertentu.

  1. 2.      Konsep Nasionalisme Indonesia

Dalam perkembangan peradaban manusia, interaksi sesama manusia berubah menjadi bentuk yang lebih kompleks dan rumit. Dimulai dari tumbuhnya kesadaran untuk menentukan nasib sendiri di kalangan bangsa-bangsa yang tertindas kolonialisme dunia (seperti Indonesia salah satunya), hingga melahirkan semangat untuk mandiri dan bebas menentukan masa depannya sendiri.

Nasionalisme sendiri dapat dikatakan sebagai sebuah situasi kejiwaan dimana kesetiaan seseorang secara total diabdikan langsung kepada negara bangsa atas nama sebuah bangsa. Nasionalisme terbukti sangat efektif sebagai alat perjuangan bersama merebut  kemerdekaan dari cengkeraman kolonial.

Dalam situasi perjuangan merebut kemerdekaan, dibutuhkan suatu konsep sebagai dasar pembenaran rasional dari tuntutan terhadap penentuan nasib sendiri yang dapat mengikat keikutsertaan semua orang atas nama sebuah bangsa.Dasar pembenaran tersebut kemudian mengkristal dalam konsep paham ideologi kebangsaan yang biasa disebut dengan nasionalisme. Dari sanalah kemudian lahir konsep-konsep turunannya, seperti :

  • Bangsa (nation)
  • Negara (state)
  • Negara-bangsa (nation state)

Ketiganya merupakan komponen-komponen yang membentuk identitas nasional atau kebangsaan. Para pengikut nasionalisme berkeyakinan bahwa persamaan cita-cita yang mereka  miliki dapat diwujudkan dalam sebuah identitas atau kepentingan bersama dalam bentuk sebuah wadah yang disebut bangsa (nation). Dengan demikian bangsa merupakan suatu wadah atau badan yang didalamnya terhimpun orang-orang yang memiliki persamaan keyakinan dan persamaan lain yang mereka miliki seperti ras, etnis, agama, bahasa dan budaya.

Unsur persamaan yang mereka miliki dapat dijadikan sebagai identitas politik bersama atau untuk menentukan tujuan bersama. Tujuan bersama ini direalisasikan dalam bentuk sebuah organisasi politik yang dibangun berdasarkan geopolotik yang terdiri atas populasi, geografis, dan pemerintahan yang permanen yang disebut negara atau state.

Gabungan dari dua ide tentang bangsa (nation) dan negara (state) tersebut mewujud dalam sebuah konsep tentang negara bangsa atau dikenal dengan nation-state dengan pengertian yang lebih luas dari sekedar sebuah negara. Yakni sebuah bangsa yang memiliki bangunan politik (political building) seperti ketentuen-ketentuan perbatasan teritorial, pemerintahan yang sah, pengakuan luar negeri dan sebagainya.

  1. 3.      Sejarah Nasionalisme di Indonesia

Tumbuhnya paham nasionalisme atau paham kebangsaan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari situasi sosial politik dekade pertama abad ke-20.  Saat itu semangat menentang kolonialisme Belanda mulai bermunculan di kalangan pribumi. Cita-cita bersama untuk merebut kemerdekaan menjadi semangat umum di kalangan tokoh-tokoh pergerakan nasional untuk memformulasikan bentuk nasionalisme yang sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia. Tokoh pergerakan nasional sepakat tentang perlunya suatu konsep nasionalisme Indonesia merdeka, tapi mereka berbeda dalam persoalan nilai atau watak nasionalisme Indonesia. Hal yang patut disayangkan karena perdebatan panjang diantara mereka tentang paham kebangsaan itu berakhir pada saling curiga dan sulit dipertemukan.

Secara garis besar terdapat tiga pemikiran besar tentang watak nasionalisme Indonesia yang terjadi pada masa sebelum kemerdekaan yakni paham ke-islaman, Marxisme dan Nasionalisme Indonesia. Para analis nasionalisme beranggapan bahwa Islam memegang peran sangat penting dalam pembentukan nasionalisme ini.Seperti yang diungkapkan oleh George Mc. Turnan bahwa Islam bukan saja merupakan mata rantai yang mengikat tali persatuan melainkan juga merupakan simbol persamaan nasib (in group) menentang penjajahan asng dan penindas yang berasal dari agama lain. Ikatan universal Islam dalam aksi kolektifnya diwakili oleh gerakan politik yang dilakukan oleh Sarekat Islam (SI) yang dipimpin oleh H. Samanhoedi di Solo pada 1911 dan mengalami pasang surut pada pengujung 1920-an

Paham marxisme pada mulanya berkembang diluar gerakan-gerakan kebangsaan pribumi yakni Partai Nasional Hindia Belanda yang merupakan organisasi politik Eropa-indonesia yang lahir pada tahun 1912 yang menyerukan kesetaraan ras, keadilan sosial-ekonomi dan kemerdekaan yang didasarkan pada kerjasama Eropa-Indonesia.

Dalam perkembangan selanjutnya, Soekarno mendirikan partai politik yang mengembangkan paham ideologi politik yang berbeda dari ideologi pergerakan sebelumnya.Organisasi tersebut didirikan pada tahun 1927 dengan nama Partai Nasional Indonesia (PNI) dengan tujuan menyempurnakan kemerdekaan Indonesia seperti partai lainnya. Gagasan dan semangat nasionalisme PNI mendapatkan respon dan dukungan luas dari kalangan ntelektual muda didikan barat lainnya seperti Syahrir dan Mohammad Hatta. Konsep nasionalisme Soekarno mendapat kritikan dar kalangan Islam yang mengkhawatirkan faham nasionalisme Soekarno dapat berkembang menjadi sikap fanatisme buta (‘ashabiyah) kepada tanah air. Soekarno membantah tuduhan kalangan Islam terhadap gagasan nasionalismenya. Dia juga meyakinkan pihak-pihak yang berseberangan pandangan bahwa kelompok nasional dapat bekerja sam adengan kelompok manaun baik golongan Islam maupun Marxis.

  1. 4.      Unsur Pembentuk Nasionalisme

Unsur pembentuk nasionalisme adalah dengan memahami dan menghayati akar-akar pembentuk identitas nasional sendiri yang jumlahnya ada 5, yaitu :

  •  Sejarah

Pemahaman dari catatan sejarah, sebelum menjadi sebuah negara bangsa Indonesia pernah mengalami masa kejayaan yang gemilang. Majapahit dan Sriwijaya adalah 2 kerajaan yang dikenal sebagai pusat-pusat kerajaan Nusantara. Kebesaran 2 kerajaan Nusantra telah membekas pada semangat perjuangan bangsa Indonesia masa berikutnya.

  • Kebudayaan

Memahami dan menelaah unsur pembentuk identitas nasional dari segi budaya juga merupakan salah satu unsur pembentuk nasionalisme. Diantaranya akal budi, peradaban, dan pengetahuan. Yakni sikap ramah dan sopan santun kepada sesama, dasar negara Pancasila sebagai nilai-nilai bersama bangsa Indonesia, dan keandalan bangsa Indonesia dalam pembuatan kapal Pinisi di masa lalu.

  • Suku bangsa
  • Agama
  • Bahasa
  1. 5.      Konsep Pluralisme dan Wawasan Kebangsaan di Indonesia

Kata pluralisme berasal dari kata “ plural “ yang berarti banyak, beragam, dan jamak . Sesuai dengan namanya indonesia terbentuk dari berbagai suku bangsa yang memiliki berbagai kebudayaan yang berbeda-beda, agama yang beda dan bahasa yang berbeda pula disatukan dalam suatu idealisme yang sama yaitu untuk memakmurkan hidup bersama di negara indonesia yang tercinta ini .

Untuk mewujudkan suatu idealisme dalam negara Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa seperti suku bangsa Indonesia, Eropa, Arab, Tionghoa, India dan masih banyak lagi, maka mutlak di butuhkan suatu konsep pluralisme agar tidak memihak pada suatu golongan saja. Konsep pluralisme tersebut antara lain :

  • Bhineka Tunggal Ika
  • Undang-Undang Dasar
  • Lembaga-Lembaga Konsitusi

            Dengan dibentuknya konsep pluralisme tersebut . Bisa menurunkan rasa ego masing-masing suku bangsa, sehingga apa yang kita cita-citakan bersama akan terwujud .

  1. 6.      Konsep Integrasi Nasional

Di Indonesia istilah integrasi masih sering disamakan dengan istilah pembauran atau asimilasi. Padahal kedua istlah tersebut memiliki perbedaan. Integrasi diartikan dengan integrasi kebudayaan, integrasi sosial, dan pluralisme sosial. Sementara pembauran dapat berarti asimilasi dan amalganasi.

            Integrasi sosial adalah penyatupaduan dari kelompok-kelompok masyarakat yang asalnya berbeda, menjadi suatu kelompok besar dengan cara melenyapkan perbedaan dan jati diri masing-masing. Dalam arti ini, integrasi sosial sama artinya dengan asimilasi atau pembauran.

            Pluralisme kebudayaan adalah pendekatan heterogenis atau kebhennekaan kebudayaan, dengan kebudayaan suku-suku bangsa dan kelompok-kelompok minoritas diperkenankan mempertahankan jatidiri mereka masing-masing dalam suatu masyarakat

Sementara yang dimaksud dengan Integrasi Nasional adalah penyatuan bagian-bagian yang berbeda dari suatu masyarakat menjadi suatu keseluruhan yang lebih utuh atau memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang banyak jumlahnya menjadi suatu bangsa. Selain itu dapat pula diartikan bahwa integrasi bangsa merupakan kemampuan pemerintah yang semakin meningkat untuk menerapkan kekuasaannya di seluruh wilayah

Masalah integrasi nasional di Indonesia sangat kompleks dan multidimensional. Untuk mewujudkannya diperlukan keadilan kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah dengan tidak membedakan ras, suku, agama, bahasa dan sebagainya. Dengan demikian upaya integrasi nasional dengan strategi yang mantap perlu terus dilakukan agar terwujud integrasi bangsa Indonesia yang diinginkan.


 Kesimpulan

            Identitas Nasional merupakan ungkapan nilai-nilai budaya suatu bangsa yang bersifat khas dan membedakannya dengan bangsa lain. Warga negara yang mengerti akan identitas nasional bangsanya akan memilki rasa nasionalisme yang tinggi terhadap ciri khas bangsanya.

Nasionalisme sendiri adalah sebuah situasi kejiwaan dimana kesetiaan seseorang secara total diabdikan langsung kepada negara bangsa atas nama sebuah bangsa. Dari nasionalisme lahirlah konsep-konsep turunannya seperti bangsa (nation), negara (state), dan negara-bangsa (nation state).

Tumbuhnya paham nasionalisme atau paham kebangsaan dalam situasi sosial politik dekade pertama abad ke-20  mulanya bermunculan di kalangan pribumi untuk menentang kolonialisme. Pada masa sebelum kemerdekaan tersebut, terdapat tiga pemikiran besar tentang watak nasionalisme Indonesia yaitu paham ke-islaman, marxisme, dan Nasionalisme Indonesia.

Unsur –unsur yang membentuk nasionalisme adalah dengan memahami dan menghayati akar-akar pembentuk identitas nasional yang jumlahnya ada 5, yaitu :

  • Sejarah
  • Kebudayaan
  • Suku Bangsa
  • Agama
  • Bahasa.

Menyatukan segala perbedaaan dalam ssuatu idealisme yang sama membutuhkankonsep pluralisme. Konsep pluralisme sendiri adalah adalah suatu konsep yang mutlak diwujudkan untuk mewujudkan suatu idealisme yang sama yaitu memakmurkan hidup bersama di negara Indonesia yang memiliki berbagai kebudayaan, agama, dan bahasa yang berbeda-beda.

Integrasi diartikan dengan integrasi kebudayaan, integrasi sosial, dan pluralisme sosial. Integrasi sosial adalah penyatuan bagian-bagian yang berbeda dari suatu masyarakat menjadi suatu keseluruhan yang lebih utuh atau memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang banyak jumlahnya menjadi suatu bangsa. Dapat pula diartikan bahwa integrasi bangsa merupakan kemampuan pemerintah yang semakin meningkat untuk menerapkan kekuasaannya di seluruh wilayah.

 

REFERENSI

Mahfud MD, Moh. Demokrasi Konstitusi di Indonesia, Yogyakarta:Liberty, 1993.

Kuntowijoyo.  Identitas Politik Umat Islam, Bandung:Mizan,tt

Azra, Azyumardi. Demokrasi,hak asasi manusia dan masyarakat madani, Jakarta:Erlangga, 2003.

Srijanti, dkk. Etika Berwarga Negara, Jakarta:Salemba Empat, 2008.

Hidayat, Komaruddin. Pendidikan Kewargaan, Jakarta:ICCE.

Posted May 10, 2011 by duRroH moenfaRida in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: